Teman-teman pasti tau kan apa itu Sumpah Pemuda dan apa yang harus dilakukan untuk memperingati hari Sumpah Pemuda? Kebanyakam teman-teman pasti menjawab memperingatinya dengan cara upacara bendera. Tapi lain halnya yang dilakukan di Kabupaten Gunungkidul. Di Kabupaten ini memperingati Sumpah Pemuda selain dengan upacara bendera juga denga mengadakan lomba baris berbaris antar siswa/siswi tingkat SD, SMP dan SMA.
Sumpah Pemuda merupakan bukti otentik kelahiran bangsa Indonesia pada tanggal 28 Oktober 1928. Proses lahirnya Bangsa Indonesia ini adalah sebuah hasil dari perjuangan rakyat Indonesia selama ratusan tahun mereka tertindas dan menderita dibawah kekuasaan bangsa kolonial yang dipelopori oleh Muhammad Yamin. Keadaan yang seperti itulah yang mendorong rakyat Indonesia agar terlepas dari belenggu penjajah.
Lomba Baris Berbaris ini dibagi menjadi 7 pos, untuk tingkat SD terdiri 1 pos sedangkan untuk tingkat SMP dan SMA masing-masing ada 3 pos. Lomba baris berbaris ini merupakan progam kerja tahunan daripada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga kabupaten Gunungkidul bekerjasama dengan Purna Paskibraka Gunungkidul. Tujuannya adalah utuk menumbuhkan sikap disiplin bagi para pelajar di Gunungkidul. Total keseluruhan peserta adalah 105 pleton. Dimana satu pleton terdiri dari 30 orang dan ditambah satu sebagai danton. Danton bertugas memberikan aba-aba kepada pleton agar pleton dapat melakukan gerakan secara serentak.
Untuk pleton SD disediakan hanya satu pos karena SD masih dianggap belum mampu jika disediakan banyak pos. Peseta sekolah dasar berjumlah 16 pleton putra dan 22 pleton putri. Kebanyakan pleton menggunakan baju berseragam karena diantara salah satu aspek penilaian adalah kekompakan berseragam.
Penjuriannya dilakukan oleh pihak kepolisian, TNI dan Purna Paskibraka. Yang dinilai yang paling penting adalah kekompakan kelompok untuk melakukan gerakan yang telah di instruksikan oleh danton mereka. Keurutan materi lomba juga merupakan salah satu aspek yang dinilai. Semangat dari tiap pleton juga turut menjadi penilaian dewan juri.
Mereka berlatih keras agar kekompakan dapat terbentuk. Rata-rata pleton berlatih selama dua bulan terakhir, dan hal itu berbuah manis bagi pleton putra SD 1 Panggang dan pleton putrid SD 2 Piyaman yang meraih juara pertama. Latihan mereka selama ini akhirnya terbayar sudah dengan mendapatkan sebuah penghargaan dan sertifikat untuk setiap anggota pleton.
Meylia Candrawati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar