Selasa, 27 November 2012

Gudeg Pawon Berikan Sensasi Tersendiri


Jogja memang tak dapat dilepaskan dari tempat wisata dan kulinernya. Kedua hal inilah yang melengkapi Jogja sebagai tempat yang isrimewa, konon ceritanya. Bagi yang menginjakkan kaki di Jogja, pasti suatu saat akan kembali lagi. Edisi ini Gembira akan bercerita perjalanan malam demi sepiring gudeg. Gudeg Pawon, pernahkan Gembira mendengar nama itu? Apa yang sempat tersirat di benak tema-teman mendengar kata-kata Pawon? Dapur atau Tungkuatau Kayu bakar? Ya, semuanya memang benar. Gudeg sendiri merupakan makanan khas dari kota Yogyakarta yang identik dengan rasa manis. Bahkan Yogyakarta juga mendapatkan sebutan kota Gudeg. Karena mulai dari pagi di sepanjang jalan Malioboro para penjaja gudeg sudah menanti. Siang hari, tengok kawasan Wijilan yang dikenal sebagai kawasan sentra gudeg, yang mayoritas menjual gudeg kering. Malamnya, kawasan Jalan Laksda Adi Sucipto bisa jadi pilihan. Lebih malam lagi? Gudeg Pawon jawabannya. Disebut Pawon karena diambil dari bahasa jawa yang berarti "Dapur", juga karena menu gudeg yang disajikan langsung dari dapur, tempat dimana gudeg dimasak. Gudeg Pawon termasuk masakan gudeg kering, gudegnya berwarna coklat kemerahan karena disiram areh (santan kental yang sudah dibumbui). Di Gudeg Pawon juga menyediakan pelengkapnya bermacam-macam seperti ayam, telur, tahu, dan sambal goreng krecek. Apa yang istimewa dari gudeg ini sampai-sampai banyak orang merelakan waktu istirahat malamnya untuk mengunjungi tempat ini. Yak karena gudeg yang dijual adalah disajikan dengan lauk berkuah yang segar. Disamping itu karena keunikannya, gudeg ini dijual di dapur dan yang paling khas gudeg ini tidak terlalu manis bahkan ada sensasi gurih-gurihnya. Porsi yang tidak terlalu banyak dan semuanya disajikan masih panas juga merupakan salah satu daya tarik tersendiri. Bahkan untuk kelas gudeg yang sudah melegenda, Gudeg Pawon ini bisa dibilang cukup murah. Hanya dengan Rp 15.000 untuk setiap porsinya sudah dapat menikmati sensasinya Gudeg Pawon. Gudeg ini sudah berdiri mulai berdiri tahun 1952 dan didirikan oleh Mbah Prapto bertempat di Jalan Janturan, Glagah, Yogyakarta. Dari Jalan Kusumanegara, pada pertigaan di depan Toserba Pamela, belok ke selatan. Tempatnya tidak terlalu kelihatan dari jalan, namun kalau sudah pukul 22.00 di Barat jalan sudah terdapat parkiran motor dan mobil berjajaran. Jadi jika teman- teman ingin menikmati sensasinya gudeg ini. Teman-teman harus bersabar sedikit karena pelanggan setia Gudeg Pawon ini sangat banyak. Meylia Candrawati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar