Selasa, 27 November 2012

Greja Katedral Jakarta Tak Lepas dari Catatan Sejarah


Teman-teman kembali lagi Gembira jalan-jalan menyusuri jalanan kota Jakarta yang terkenal dengan kemacetannya. Jakarta yang juga terkenal dengan bangunan-bangunan bersejarahnya. Banyak bangunan-bangunan bersejarah yang tersebar di Kota Jakarta, selain Tugu Proklamasi yang dibahas edisi sebelumnya. Saat ini Gembira akan bercerita tentang Greja Katedral. Greja Katedral adalah salah satu bangunan Katedral Jakarta yang terletak di Jl. Katedral No.2, persis disamping Masjid Istiqlal. Greja Katedral ini merupakan karya arsitek dari Pastor Antonius Dijkmans, SJ, seorang pendeta dari Belanda yang bertugas di Indonesia saat itu. Bangunan ini didirikan 1891 untuk menggantikan bangunan gereja lama yang runtuh. Namun saat pembangunannya mengalami banyak kendala. Seperti pada 1892, pembangunan Katedral terpaksa dihentikan karena masalah keuangan. Kemudian pada 1894, arsitek Katedral ini terpaksa kembali ke Belanda karena sakit sebelum kemudian akhirnya meninggal tahun 1922. Setelah berhenti selama beberapa waktu akhirnya 16 Januari 1899 kontruksi Katedral dimulai lagi dengan ditandai peletakan batu pertama oleh Mgr ES Luypen SJ, sebagai uskup pada waktu itu. Konstruksi ini dipimpin oleh insinyur yang bernama MJ Hulswit. Para pendeta dan jemaat waktu itu mencoba dengan segala upaya untuk mengumpulkan dana demi pembangunan Gereja Katedral Jakarta. Semua ini ada dalam catatan di Museum Katedral Jakarta, dan merupakan bukti sejarah bahwa bangunan Gereja Katedral Jakarta ini bukanlah hadiah dari pemerintah kolonial Belanda. Akhirnya pada 21 April 1901, Gereja Katedral yang dibangun dengan gaya neo-gothik ini selesai lalu diresmikan dengan nama "De Kerk van Onze Lieve Vrowe tenHemelopneming" atau Santa Maria Pelindung Diangkat ke Surga. Peresmian dan pemberkatan gereja ini dilakukan oleh Mgr. Edmundus Sybradus Luypen,SJ, Viskaris Apostolik di Jakarta. Di Katedral Jakarta ini terdapat sebuah lonceng berukuran sedang yang terletak di Benteng Menara Daud (Menara Utara). Lonceng ini berisi sebuah prasasti dalam bahasa latin yang bertuliskan: "Lonceng ini diberikan oleh Clemens George Marie van Arcken, 2 bulan dari tanggal Maria berdoa bagi kita; Juni 19, 1900". Kemudian di Menara Gading (Menara Selatan) terdapat sebuah lonceng kecil yang disumbangkan oleh Mr. Chasse, seorang anggota Dewan India pada tahun 1831 dan diberkati pada tahun 1834. Dalam lonceng itu tertulis: "Aku ingin menyambutnya, Pesta St. Nicholas". Sementara itu ada juga bel terbesar bernama Wilhelmus yang merupakan hadiah dari Mr JH de Wit. Lebih dalam memasuki ruang katedral teman-teman akan dibuat terpukau dengan tampilan megahnya, dan juga sinar-sinar matahari yang masuk melalui jendela kaca yang dipatri. Dalam gereja ini terdapat pilar kokoh yang berbaris di kedua sisi menopang atap dan membentuk lorong. Di kedua sisi ini terdapat sebuah galeri dengan tinggi 7 meter, yang merupakan tempat untuk paduan suara. Namun sekarang tempat paduan suara ini digunakan sebagai museum. Gereja Katedral ini juga memiliki langit-langit dengan ketinggian 17 meter, dan terbuat dari kayu jati untuk mengantisipasi adanya gempa bumi. Langit-langit kayu jati ini juga ditopang susunan batu alam yang unik yang dikerjakan oleh tukang batu dari Kwongfu, China. Dinding batu ini menunjang kuda-kuda kayu jati yang terbentang selebar bangunan. Di ruangan ini juga terdapat sebuah mimbar khitbah. mimbar ini dipasang pada tahun 1905, dengan atap berbentuk seperti cangkang dengan gaya gotik yang berfungsi sebagai reflektor suara. Tak ketinggalan setiap sisi dinding katedral terdapat lukisan jalan salib yang dilukis di ubin. lukisan ini diciptakan oleh seniman grafis dari Amsterdam, Theo Molkenboer. Lukisan ini ditempelkan ke dinding katedral sejak tahun 1912. Sebenarnya keunikan yang paling menonjol dari gereja ini adalah terlihat pada dua menara yang mengapit ketika kita melewati pintu masuknya. Di atas menara tersebut ada dua menara kecil lain yang tersusun dari rangkaian besi. Demikian juga dengan menara ketiga. Pada puncak setiap menara terdapat lonceng kuno. Jadi buat teman-teman yang akan merayakan Natal agar lebih berkesan. Teman-teman dapat mengunjungi greja Katedral ini. Atau untuk teman-teman yang ingin menambah wawasan akan sejarah, greja katedral dapat menjadi objek sejarah yang menarik. Selamat Hari Natal dan Tahun baru teman-teman. Meylia Candrawati/ berbagai sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar