Rabu, 25 Juli 2012
Janu Lawan Terberat Olahraga Catur di Gunungkidul
Prestasi dalam bidang akademik sepertinya sudah sering kita bahas ya teman-teman. Edisi kali ini Gembira akan menghadirkan yang lain dari edisi sebelumnya. Kali ini Gembira menghaidirkan teman kita yang jago dalam olahraga catur. Wajib diketahui teman-teman catur merupakan cabang dari salah satu olahraga. Mengapa catur bisa disebut olahraga? Mari kita simak selengkapnya.
Catur adalah permainan mental yang dimainkan oleh dua orang. Sedangkan pecatur adalah orang yang memainkan catur, baik dalam pertandingan satu lawan satu maupun satu melawan banyak orang. Sebelum bertanding, pecatur memilih biji catur yang akan ia mainkan. Terdapat dua warna yang membedakan bidak atau biji catur, yaitu hitam dan putih. Pemegang buah putih memulai langkah pertama, yang slanjutnya diikuti oleh pemegang buah hitam secara bergantian sampai permainan selesai.
Catur merupakan olahraga yang kelihatannya mudah tapi sulit. Catur juga sering disebut olahraga paling ringan, karena catur tidak mengeluarkan keringat. Namun hal tersebut merupakan anggapan yang salah. Catur merupakan olahraga yang membutuhkan seribu strategi, berbeda dengan olahraga pada umumnya. Catur membutuhkan skil yang bagus agar dapat memenangkan suatu pertandingan.
Seperti teman kita yang satu ini, Janu Kumbara akrab di panggil Janu bertempat tinggal di Sumbermulyo, Kepek , Wonosari, Gunungkidul. Dia merupakan maskot catur daerah Gunungkidul. Bahkan lawan-lawan sedaerahnya menganggapnya musuh permainan yang berbobot. Siswa kelahiran Gunungkidul 2 Desember 1997 ini memang jago dalam olahraga catur. Karena baginya olahraga catur itu mrmiliki keunikan dibandingkan dengan olahraga-olahraga yang lainnya. Beda lawan beda teknik permainan, beda alur permainan.
Anak dari Y. Sumartono ini setiap hari ia selalu menyempatkan diri untuk berlatih catur dengan siapapun. Bahkan tidak terkecuali dengan Kakak dan Ayahnya. Sejak kelas 2 SD Janu hobi dengan olahraga yang menguras tenaga ini. Karena kebetulan Ayahnya adalah pelatih sekaligus wasit catur, sehingga hal tersebut membuat siswa kelas tiga SMP 3 Playen ini tertarik untuk terjun dalam dunia catur.
Tak dapat dipungkiri lagi, di daerah Gunungkidul Janu merupakan lawan terberat bagi seumurannya. Dapat dilihat saja Janu, menjuarai berbagai perlombaan baik di tingkat Kabupaten, Provinsi bahkan tingkat Nasional. Untuk tingkat Kabupaten 4 tahun ini Janu selalu berada pada posisi pertama alias selalu menjadi pemenang. Dan lihat saja untuk kejuaraan tingkat provinsi yang pernah diraih Janu, juara OOSN SD 2008 , OOSN SD 2009 , Perang Bintang 2007, POPDA 2007, Antar Pelajar SMP/SMA se-DIY 2012, Kejurda PERCASI Gunungkidul 2012. Semua itu Janu menduduki peringkat pertama, bahkan dalam tingkat Nasional dia masuk dalam 10 besar Kejurnas PERCASI 2007,2008,2009,2010 dan kejurnas OOSN 2008, 2009.
Tips menjadi juara bagi Janu adalah “Disiplin sparing dengan lawan yang lebih kuat. Karena ini akan meningkatkan pola permainan. Saya juga dapat mengetahui lebih strategi-strategi yang harus saya lakukan ketika berada dalam kondisi yang sulit.” Jelas Janu sewaktu ditemui di sekolah sebelum menerima rapor.
Bagi kebanyakan orang, jika menekuni suatu bidang. Pasti akan cenderung mengabaikan bidang yang lain. Namun hal itu tidak bagi Janu. Sekolah merupakan kewjiban, bagaimanapun nilai akademik juga akan tetap berengaruh dalam kedepannya. Dan kewajibannya sebagai pelajar saat ini adalah belajar, sehingga Janu tidak pernah melupakan kwajiban belajarnya. Baginya catur tidak mengganggu belajar karena sebenarnya berlatih catur juga sudah bagian dari belajar. Belajar strategi melatih otak untuk terus berfikir. “Jadi menurut saya belajar catur justru menjadi salah satu hal yang membantu saya untuk belajar mata pelajaran wajib di sekolah.” Tegas Janu.
Untuk teman-teman yang bingung bagaimana bermain catur bisa belajar kepada teman kita Janu Kumbara. Dan untuk yang mencari lawan dalam bermain bisa juga kok. Selamat belajar catur teman-teman Gembira.
Meylia Candrawati
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar