Rabu, 25 Juli 2012
Berlibur ke Kota Lama
Bingung liburan sekolah ini mau kemana? Gembira akan mengajak teman-teman untuk menjelajahi kota Semarang. Dimana merupakan kota sejarah yang kental banget dengan Belanda. Kota ini sering disebut dengan kota lama karena usiannya yang lama, Semrang lahir sejak 2 Mei 1547 dan didirikan oleh Raden Pandanarang. Raden Pandanarang juga diangkat langsung sebagai pimpinan serta mendapat gelar Ki Ageng Pandanarang I.
Disebut Semarang konon ceritanya pada perjalanan Raden Pandanarang menggarap lahan pertanian bersama para pengikutnya, tiba-tiba terjadi sesuatu yang aneh. Di antara pohon yang hijau subur itu terdapat beberapa pohon asam yang tumbuh saling berjauhan. Saat melihat kejadian itu Raden Pandanarang mengatakan bahwa daerah ini saya beri nama Semarang. Berasal dari kata Asem yang jarang-jarang. Kota Semarang juga merupakan Ibu kota dari Provinsi Jawa Tengah, sehingga di kota ini juga terdapat kantor-kantor penting pemerintahan.
Mari kita jalan-jalan di Semarang, kita telusuri kota Semarang. Ada apa aja sih di Semarang.
Yang pertama adalah Tugu Muda. Tugu yang bisa dibilang terletak ditengah-tengah kota Semarang. Tugu ini merupakan sebuah monumen bersejarah kota Semarang yang dibangun untuk mengenang Pertempuran Lima Hari di Semarang ketika melawan penjajah Jepang. Tugu Muda ini menggambarkan tentang semangat berjuang dan patriotisme warga Semarang, khususnya para Remaja yang gigih, rela berkorban dengan semangat yang tinggi mempertahankan Kemerdekaan Indonesia pada umumnya dan mempertahankan kota Semarang pada khususnya.
Dari tempat kita berdiri ini di Tugu Muda, kita sudah dapat menyaksikan pesona bangunan kuno megah yaitu Lawang Sewu. Lawang Sewu ini merupakan bangunan Belanda yang dibangun pada tahun 1907, dahulunya digunakan untuk kantor pusat kereta api Belanda. Saat memasuki Lawang Sewu di sebelah kiri bangunannya teman-teman bisa melihat lokomotif yang umurnya ratusan tahun.
Lawang Sewu itu sendiri artinya adalah seribu pintu. Julukan tersebut lahir dari masyarakat karena banyaknya pintu dan jendela yang berukuran besar. Keindahan pintu dan jendela tersebutlah yang membuat Lawang Sewu terlihat gagah. Di Lawangsewu ini terdapat dua menara dan dua tingkat lantai. Menara berfungsi sebagai tempat penampungan air. Satu menara bisa menampung hingga 5.000 liter air, yang berfungsi sebagai persedian air. Air tersebut, sebagian dialirkan ke ruangan bawah tanah untuk mendinginkan ruangan di lantai satu. Sebuah teknologi yang unik.
Akan tetapi karena saat ini masih dalam tahap renovasi, yang dibuka untuk umum hanya stau bangunan saja. Namun ini sudah mewakili kok, jadi teman-teman tidak usah khawatir. Lawangsewu dibuka setiap hari mulai pukul 08.00-21.00. Untuk harga tiket masuk teman-teman hanya cukup dengan Rp 10.000,- bagi dewasa dan Rp 5.000,- untuk anak-anak. Cukup murah bukan?
Untuk memasuki kawasan Lawang Sewu ini harus menggunakan pemandu. Pemandu akan cukup membantu teman-teman dalam memasuki Lawang Sewu. Karena namanya saja Lawang Sewu, kalau teman-teman belum mengerti dalamnya bisa kesasar karena saking banyaknya lawang. Biaya pemandu cukup dengan Rp 30.000 itupun digunakan untuk satu rombongan. Jumlah rombongan tidak dibatasi, jadi kalau teman-teman datang hanya sendiri atau kurang dari 10 orang mending gabung dengan rombongan lain, biayanya sama dan secara otomatis teman-teman bisa patungan dengan rombongan lain. Hal itu pasti akan mengurangi pengeluaran teman-teman, perjalanan akan terasa hemat.
Bagi teman-teman yang ingin masuk ke dalam penjara bawah tanah harus membeli tiket lagi, harganya lumayan murah kok. Cuma Rp 10.000,- untuk dewasa dan Rp 5.000,-untuk anak-anak. Dengan fasilitas sepatu boath. Karena di dalamnya ada air, jadi dimungkinkan basah kalau tidak menggunakan sepatu boath. Di sini teman-teman juga harus menggunakn pemandu karena suasana di dalam yang gelap dan banyak ruangan yang akan membuat tersesat bagi yang belum biasa melewati. Di ruang bawah tanah juga ada kisah tersendiri. Pada jaman Jepang, ruangan tersebut dijadikan penjara dan banyak para tahanan yang meninggal di sana. Maka, tidak heran, jika ruangan bawah tanah menjadi tempat yang angker dan menyeramkan. Untuk biaya pemandu Rp30.000,- pemandu yang memandu beda dengan yang digunakan yang awal tadi. Karena disini pemandu dibedakan menjadi dua, pemandu untuk masuk bangunan Lawang Sewunya dan pemandu untuk masuk ke dalam penjara bawah tanahnya. Setiap orang pemandu tarifnya Rp 30.000,- untuk memandu satu rombongan.
Setelah puas mengelilingi Lawang Sewu mari kita melanjutkan perjalanan di Pecinan. Pecinan ini memiliki sejarah yang tidak kalah panjang dengan Kawasan Kota Lama Semarang lainnya, kawasan ini memiliki nilai historis yang juga tidak lekang dimakan waktu. Kawasan Pecinan sendiri merupakan warisan cagar budaya kota Semarang, berbagai bangunan rumah tinggal dan toko disana masih memiliki ciri khas aslinya.
Kawasan Pecinan Semarang aktifitas masyarakat yang khas dan unik. pagi hari mulai pukul 05.00 sampai sore digunakan untuk pasar tradisional. Pasar Tradisional Gang Baru begitu orang-orang menamainya, dinamakan sesuai nama jalan itu sendiri dan terletak diantara jalan Wotgandul dan jalan Gang Warung, pasar gang baru dapat dikunjungi setiap hari. Untuk hari jumat, sabtu dan minggu mulai sore hari sekitar jam 18.00 sampai selesai terdapat Pasar Semawis. Pasar Semawis merupakan aktifitas wisata kuliner di Semarang, dimana aneka jajanan makanan dan minuman dijajakan sepanjang jalan Gang Warung.
Selesai menjelajahi kawasan Pecinaan kita lanjut ke Sampokong. Sampokong adalah sebuah petilasan tempat persinggahan dan pendaratan pertama seorang Laksamana Tiongkok bernama Zheng He. Sampokong ini disebut dengan Gedung Batu. Disebut Gedung Batu karena bentuknya merupakan sebuah Gua Batu besar yang terletak pada sebuah bukit batu. Sekarang tempat tersebut dijadikan tempat peringatan dan tempat pemujaan atau bersembahyang serta tempat untuk berziarah. Untuk memasuki tempat ini tarif yang ditetapkan tidak mahal kok teman-teman, hanya dengan Rp 3.000,- teman-teman sudah dapat memasuki kawasan ini.
Jadi tunggu apa lagi teman-teman? Selain bisa liburan teman-teman juga bisa belajar banyak sekali sejarah. Diatas hanyalah sebagian kecil dari apa yang ada di Semarang, Semarang yang merupakan kota Lama kaya akan sejarah yang terukir di kota tersebut. Selamat berlibur, selamat menikmati kota Semarang
Meylia Candrawati
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar