Sabtu, 04 Agustus 2012

Olimpiade Pesta Lima Benua


Pada tahun ini dunia sedang disibukan dengan pesta olahraga. Pada edisi saat ini Gembira juga akan ikut ambil bagian, Gembira akan bercerita tentang sejarah olimpiade dunia yang saat ini berlangsung di London. Olimpiade yang paling awal konon sudah diselenggarakan oleh bangsa Yunani purba pada 776 Sebelum Masehi. Kegiatan itu diikuti seluruh bangsa Yunani dan dilangsungkan untuk menghormati dewa tertinggi mereka, yaitu dewa Zeus. Dewa Zeus bermukim di Gunung Olympia atau Olympus yang kemudian dipakai sebagai nama Olimpiade hingga sekarang. Olimpiade kuno ini diselenggarakan setiap empat tahun sekali, Olahragawan terbaik dari seluruh Yunani berdatangan ke arena di sekitar Gunung Olympia. Mereka bertanding secara perorangan, bukan atas nama tim. Para atlet yang akan bertanding terlebih dulu berlatih keras selama sepuluh bulan di daerah masing-masing. Olimpiade pertama kali disebut dengan Olimpiade Athena, Yunani, diselenggarakan pada 6 April – 15 April 1896 dengan jumlah negara peserta 13 dan jumlah atlet ada 245. sedangkan jumlah pertandingan ada 43 dalam 9 cabang olah raga. Dan saat ini olimpiade ke 30 berlangsung di London, Britania Raya , Olimpiade ini berlangsung 27 juli – 12 Agustus 2012. Mulai tahun 1914, tepatnya 23 Juni, pesta olahraga terbesar di dunia ini menggunakan simbol lima cincin yang saling berkaitan. Lima cincin dengan lima warna yang berbeda, yakni biru, kuning, hitam, hijau dan merah. Warna tersebut melambangkan seluruh benua peserta Olimpiade. Kemudian, warna putih yang menjadi background lima cincin itu, membuat simbol tersebut benar-benar menjadi wakil semua negara, tanpa terkecuali. Simbol yang terus dipakai sampai sekarang itu adalah ide dari Pierre Fredy, Baron de Coubertin. Bangsawan asal Perancis yang menghidupkan kembali Olimpiadepada akhir abad ke-19 ini yang mendesain dan membuat bendera Olimpiadetersebut dan diluncurkan tepat pada ulang tahun ke-20 IOC di Paris. Meskipun diperkenalkan pada tahun 1914, tetapi bendera tersebut baru resmi dan untuk pertamakalinya mulai dikibarkan saat Olimpiade Antwerpen Belgia 1920. Bendera tersebut dikibarkan pada setiap perayaan kemenangan suatu cabang olahraga. Pembukaan Olimpiade selalu diwarnai lomba kereta dengan empat kuda. Sekitar 40 kereta dijajarkan dalam kandang di gerbang keluar. Jarak yang ditempuh hampir 14 km, yakni 12 kali pulang pergi antara dua tiang batu yang ditancapkan di tanah. Waktu dahulu berbagai pertandingan dalam olimpiade kuno boleh dikatakan serba keras. Para pelari berpacu secepat-cepatnya tanpa memakai alas kaki. Para penunggang kuda berlomba habis-habisan tanpa pelana atau sanggurdi. Para peloncat membawa pemberat yang diayun-ayunkan untuk menambah dorongan maju. Olahraga yang terkeras adalah pankration, yakni perpaduan antara gulat dan tinju gaya tradisional. Para atlet boleh menyepak atau mencekik lawan. Yang tidak diperbolehkan adalah memijit mata, menggigit, dan mematahkan jari. Fairplay benar-benar diperhatikan para atlet. Pemenang adu tinju adalah pihak yang dapat memukul kepala lawan. Pihak yang kalah harus mengacungkan jari tanda mengaku kalah. Pemenang pertandingan mendapatkan mahkota dedaunan, seperti daun zaitun liar sebagai pengganti medali. Kadang-kadang sang juara diarak masuk kota melalui sebuah lubang yang dibuat khusus pada tembok kota. Mereka dielu-elukan di jalan kota dan disambut pembacaan puisi. Penghargaan lain kepada olahragawan berprestasi berupa pembebasan dari pajak dan berbagai santapan gratis Beberapa kota juga memberikan bonus uang dalam jumlah besar. Bahkan di kota kediaman pemenang didirikan patung mereka. Banyak patung batu dan perunggu masih tersisa sampai kini dan itulah hadiah paling abadi milik sang juara. Saat ini salah satu bagian cabang atletik yang masih tetap dikenal hingga kini adalah maraton, yakni perlombaan lari sejauh kira-kira 42 km. Sebenarnya maraton merupakan nama dataran yang dikelilingi gunung dan laut. Ceritanya, ketika Athena akan diserang musuh, Miltiades, seorang panglima yang cerdas dan tegas, menghadangnya dari Maraton. Akhirnya Miltiades berhasil mengalahkan tentara Persia. Untuk itu Miltiades mengutus seorang pelari ke Athena untuk mengumumkan kabar kemenangan. Setelah berlari sekitar 35 km, si pelari terjatuh dan meninggal. Mereka yang gugur di Maraton dikuburkan dalam gundukan megah. Untuk mengenang jasa mereka, maka dipakailah istilah lari Maraton. Jadi untuk teman-teman Gembira yang ingin menjadi bagian dari perhelatan dunia, persiapkan diri teman-teman mulai dari sekarang. Tekuni semaksimal mungkin apa yang teman-teman Gembira bisa, agar teman-teman dapat menjadi bagian, menjadi perwakilan dan tentunya akan menjadi kebanggaan tersendiri untuk diri teman-teman keluarga bahkan bangsa Indonesia ini. Meylia Candrawati/ berbagai sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar