Selasa, 27 November 2012

Kasih Sinterklas Saat Natal


Selamat tanggal 25 Desember teman-teman, Selamat Natal bagi teman-teman yang merayakan. Edisi kali ini Gembira akan mengungkap sedikit tentang Sinterklas. Tokoh yang satu ini biasanya digambarkan sebagai bapak tua berbadan tambun, berjanggut putih, berbaju warna merah serta mengendari kereta salju yang ditarik sekawanan rusa. Dimana pada saat perayaan natal seperti ini banyak sinterklas bermunculan. Sebenarnya siapa mereka? Apa yang dilakukan mereka? Dan dari mana mereka berasal? Sinterklas atau dalam kata lain juga dikenal dengan nama Santa Klaus, Santo Nikolas, Santo Nick, Bapak Natal, Kris Kringle, Santy, atau Santa adalah tokoh dalam berbagai budaya yang menceritakan tentang seorang tokoh yang sangat sayang dan memberikan hadiah kepada anak-anak, khususnya pada Hari Natal seperti saat ini. Santa atau yang sering disebut dengan Sinterklas awal mulanya berasal dari tokoh dalam cerita rakyat di Eropa, yang berasal dari tokoh Nikolas dari Myra. Ia lahir sekitar 280 di negara Turki. Ayahnya adalah orang Arab yang bernama Epifanius sedangkan ibunya bernama Nonna. Nikolas adalah seorang uskup (pemuka agama) yang terkenal karena kebaikannya memberi hadiah kepada orang miskin. Di Eropa (lebih tepatnya di Belanda, Belgia, Austria dan Jerman) dia digambarkan sebagai uskup yang berjanggut dengan jubah. Dalam versi lain, menurut konversi orang Jerman dalam Kristen, pada cerita rakyat Jerman terdapat kisah tentang Dewa Odin (Wodan), yang setiap tahun, melakukan pesta perburuan yang dibimbing oleh dan prajurit yang telah mati dalam dunianya. Anak-anak kemudian menaruh sepatunya yang sudah diisi wortel, jerami atau gula, di dekat cerobong asap untuk makanan kuda terbang Odin yaitu Sleipnir. Odin kemudian akan memberi hadiah kepada anak-anak itu dengan mengganti makanan Sleipnir dengan hadiah atau permen. Praktek ini masih ada di Jerman, Belgia dan Belanda dan kemudian digabungkan dengan perayaan Santo Nikolas atau yang akrab disebut dengan Sinterklas. Kemunculan Odin mirip dengan Sinterklas, orang tua berjanggut yang misterius. Praktek ini lalu muncul juga di negara Amerika Serikat melalui koloni Belanda di New Amsterdam. Tradisi ini kemudian berevolusi menjadi menggantung kaus kaki atau kaus kaki natal di dekat cerobong asap. Di Belanda, Santo Nikolas atau lebih sering disebut "De Goede Sint" dalam versi orang Amerika dibantu oleh seorang budak, yang disebut Zwarte Piet (Piet Hitam). Gambaran Pra-Modern tentang Sinterklas yang suka memberi hadiah, bergabung dengan karakter Inggris Father Christmas yang dikenal oleh orang Inggris dan Amerika Serikat sebagai Santa Claus. Father Christmas digambarkan sebagai orang yang berjanggut memakai baju yang panjang, jubah berbulu. Dia melambangkan jiwa dari semangat natal. Dengan ha inilah tokoh Santa atau Sinterklas kemudian akrab bakhan menjadi bagian penting dari tradisi Natal di dunia. Kehadiran Sinterklas-Sinterklas sangat dinantikan oleh anak-anak kecil yang merayakan natal dengan harapan para Sinterklas akan memberikan hadiah kepada mereka. Sedangkan untuk Hari Sinterklas dirayakan di seluruh dunia setiap 6 Desember. Meylia Candrawati/ berbagai sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar