
Saat lalu (26 September 2012) Gembira berkesempatan mengunjungi kantor Dinas Pemuda dan Olahraga di Kabupaten Sleman untuk menyaksikan teman-teman Gembira yang sedang berlomba dokter kecil.
Lomba ini merupakan agenda tahunan kabupaten Sleman rangkaian kegiatan lomba sekolah sehat, dimana kalau sekolah sehat kami memberikan penyuluhan terhadap sekolahnya. Namun jika dokter kecil ini kami berusaha mencari kader yang mampu untuk mengajak teman-temannya agar terjauh dari segala penyakit dan mampu untuk hidup sehat. Dimana saat ini anak-anak sekolah dasar khususnya masih rentan untuk terjangkit penyakit dan sangat perlu bimbingan untuk menjaga kesehatannya. Seperti kesehatan gigi dan mulut, agar terhindar dari penyakit demam berdarah, dan supaya mengkonsumsi makan makanan yang bergizi. Begitu Ibu Vita selaku Panitia menjelaskan saat ditemui di sela-sela perlombaan.
Peserta lomba dokter keil ini meliputi 17 kelompok siswa sekolah dasar pilihan setiap kecamatan yang ada di kabupaten Sleman, dimana setiap kelompoknya ada 3 siswa. Di tingkat kabupaten ini merupakan tahap ke dua seleksi, karena sebelumnya telah dilakukan seleksi di tingkat masing-masing kecamatannya. Dan juara dari kecamatan inilah yang maju ke tingkat kabupaten untuk mewakili kecamatannya masing-masing.
Kriteria penilaiannya ini diambil dari dua sesi tes yaitu tes tertulis dan dari hasil presentasinya. Tes tertulis terdiri dari 50 nomor dengan waktu 60 menit yang materinya meliputi PHBS, kesehatan lingkungan hidup dan pengetahuannya akan unit kesehatan sekolah atau UKS.
Sesi ke-kedua adalah sesi presentasi, presentasi ini merupakan presentasi secara spontan. Pada saat technical meeting panitia telah memberikan 5 tema yang akan di perlombakan. Dan sebelum perlombaan dimulai peserta mengambil undian untuk mengetahui mendapatkan tema apa. Waktu 15 menit diberikan oleh panitia untuk peserta perlombaan berdiskusi dengan pembimbingnya. Kriteria presentasi itu sendiri dibagi atas penguasaan materi, alur penyampaian dan kreativitas untuk mengembangkan dari para pesertanya. Sehingga peserta lomba diharap dapat menampilkan performa yang maksimal dalam waktu 10 menit. Dan setelah presentasi maka ada sesi tanya jawab dari dewan juri. Ini juga merupakan aspek penting penguasaan materi. Peserta lomba dilihat bagaimana menjawab segala pertanyaan dari dewan juri. Juri-jurinya berasal dari Dinas Pemuda Olahraga Kabupaten Sleman, Dinas Lingkungan Hidup serta dari Dinas Kesehatan.
Kedua sesi ini memiliki bobot penilaian yang sama, yaitu 50 % untuk tes tertulis dan 50% untuk presentasi. Kedua tes ini dilakukan berbeda hari dan semua dilakukan secara berkelompok. Dimana satu kelompok terdiri dari 3 orang perwakilan dari masing-masing kecamatannya.
Ketika perlombaan berlangsung Gembira berkesempatan berbincang-bincang dengan peserta nomor empat yaitu Salsabila Diva (kelas lima SD), Helta Aghnia (kelas empat SD) dan Mahfirah Sabila (kelas empat SD) yang sudah selesai mengikuti sesi presentasi. Mereka berasal dari SD Muhammadiyah Pakem. Dengan senanghati mereka bercerita pengalamannya kepada Gembira. “ Alhamdulillah kami sudah dapat menampilkan yang terbaik yang kami bisa, semoga kami mendapatkan juara” begitu Diva menyampaikan harapannya. Karena bagi mereka tidak ada hal yang sia-sia jika sudah dilakukan secara maksimal. Peserta ini merupakan salah satu peserta yang cukup kreatif, mereka tidak menggunakan text hanya menggunakan bantuan gambar sederhana. Mereka bertiga ini juga telah menjuarai perlombaan dokter kecil yang diadakan oleh FK UGM pada tahun 2011 lalu. Saat itu mereka mendapatkan juara 3, sehingga bagi mereka asal kita yakin menjadi juara pasti kita akan mendapatkan juara.
Mereka juga berpesan untuk teman-teman Gembira yang lain bahwa yakinlah kalian bisa maka Allah akan selalu memudahkan jalan kalian untuk bisa dan jangan pernah menganggap sesuatu hal itu mustahil untuk kita raih. Jangan lupa juga kerja keras dan selalu berdoa kepada Allah.
Meylia Candrawati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar