

Bagaimana akhir pekan teman-teman Gembira? Edisi ini Gembira habis jalan-jalan ke Bandung. Tentunya teman-teman sudah tau kan dimana itu Bandung. Mau tau Gembira mengunjungi tempat apa saja. Yuk simak cerita Gembira di kota Bandung.
Bandung merupakan kota yang terletak di sebelah timur Jakarta yang merupakan Ibu Kota dari Negara kita Indonesia. Tepatnya bandung berada di Provinsi Jawa Barat. Pada 24 Maret 1946 , di Bandung ini terjadi kebakaran yang hebat. Sekitar 20.000 penduduk Bandung membakar rumah mereka dan meinggalkan kota menuju pegunungan di daerah selatan Bandung, sehingga hal inilah yang membuat Bandung disebut dengan Kota Lautan Api. Namun seiring dengan perkembangan zaman ini, Bandung dikenal dengan kota Parisnya Indonesia. Karena disana terkenal dengan fashionnya yang luar biasa. Sepatu, tas, aksesoris, pakaian dan masih banyak lagi yang merupakan karya yang di hasilkan oleh orang-orang Bandung. Namun hal tersebut tidak membuat Bandung kehilangan sebutan Kota Lautan Api.
Perjalanan kali ini dimulai dari stasiun Tugu Yogyakarta. Kami berangkat pukul 09.45 dengan menggunakan kereta Lodaya malam, perjalanan yang cukup lama kurang lebih 8 jam. Dan tepat pukul 05.30 akhirnya kami tiba di stasiun Bandung atau yang sering disebut dengan stasiun Hall.
Kami segera bergegas meninggalkan stasiun Hall dan segera melanjutkan perjalanan kami untuk melihat kampus ITB (institute Tekhnologi Bandung), dimana merupakan kampus teknik terbaik yang ada di Indonesia saat ini. Setelah selesai berkeliling ITB kami melanjutkan perjalanan ke daerah Nangor untuk melihat Universitas Padjajaran atau yang sering disebut dengan UNPAD. Tak lupa disana kami juga menyempatkan diri untuk mengunjungi IPDN (Institut Pemerintahan Dalam Negri) yang merupakan sekolah tinggi kedinasan. Setelah berkeliling IPDN kami melanjutkan perjalanan menuju daerah Dayeuh Kolot karena besok harinya kami akan menuju Ciwiday untuk mengunjungi beberapa objek wisata alam yang ada di Bandung.
Hari kedua kami di Bandung, tepat pukul 10.00 dengan angkutan umum kami menuju Ciwiday. Perjalanan cukup lama sekitar satu jam dengan jalan berkelok-kelok dan akhirnya kami sampai di Kawah Putih. Kawah Putih merupakan tempat wisata yang menuyuguhkan pemandangan luar biasa. Hanya dengan Rp 25.000,- kami diantar menggunakan mobil angkutan khusus sampai kawah. Karena saat ini tidak dapat menggunakan angkutan pribadi untuk mencapai kawahnya. 20 menit kami berada di dalam mobil pickup yang membawa kami naik sampai di kawah putih. Serasa sedikit mual karena jalannya yang naik dan berkelok-kelok. Namun semua itu langung sirna dengan melihat hamparan kawah biru belerang dengan asap yang mengepul diatasnyam, hal itu sontak membuat kami terpana. Pohon-pohon tanpa daun yang ada di sekitaran kawah putih menambah exotisnya tempat ini. Pemandangan yang sempurna bagi kami yang baru pertama kalinya ke kawah putih. Oh iya, jika teman-teman mau ke Kawahputih sebaiknya membawa slayer penutup mulut, karena bagi yang tidak tahan dengan bau belerang bias muntah mual.
Setelah puas di Kawah putih kami melanjutkan ke Kebun teh yang jaraknya tidak jauh dari Kawah Putih. Cukup dengan berjalan sekitar 15 menit kami sudah dapat menyaksikan hamparan kebun teh berbukit-bukit. Puas menyaksikan hamparan bukit teh, kami melanjutkan perjalanan. Masih di sekitar kebun teh kami menemukan air terjun, air terjun yang berada di sela antara bukitan kebun teh. Hari mulai gelap, akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke tempat penginapan.
Hari ke tiga, tepat pukul 08.00 kami meninggalkan penginapan di daerah Dayeuh Kolot untuk menuju ke daerah Dipati Ukur karena kami akan mengunjungi beberapa tempat bersejarah di Bandung. Dengan angkutan umum kami melanjutkan perjalanan kami. Dan setelah 2 jam perjalanan sampailah kami di daerah Dipati Ukur, dan dengan segera kami mencari penginapan di sana. Setelah itu kami beristirahat sejenak dan melanjutkan perjalanan ke daerah Dago. Dago kalau di Jogja ya seperti di titik nol. Ramai padat dan panas tentunya, namun hal itu tidak menuyurutkan niat perjalanan kami mengelilingi kota Bandung.
Sejenak kami di persimpangan Dago dan melanjutkan untuk ke Museum Geolongi, dimana museum geologi merupakan museum yang menyimpan kerangka dinosaurus. Cukup dengan Rp 15.000 kami dapat menikmati koleksi yang ada di dalam museum. Setelah dirasa cukup mengelilingi museum Geologi, kami melanjutkan ke Gedung Asia Afrika, dimana Gedung ini dulunya digunakan untuk Konfrensi Asia Afrika ketika Indonesia menjadi tuan rumahnya. Di samping Gedung Asia Afrika kami dapat melihat gedung Sate, mengapa Gedung Sate? Ya karena di atas gedung ini dibandun ornament seperti sate. Cukup kami mengunjungi tempat-tempat sejarah ini dan saatnya kami menikmati makanan yang menjadi icon kota Bandung. Bebek Ali Borme, ya di sebut Ali karena pemiliknya dan Borme karena letaknya di samping Rumah sakit Boromeus. Setelah dirasa cukup akhirnya kami melanjutkan perjalanan untuk kembali ke penginapan karena kereta kami akan berangkat pukul 08.00.
Beginilah liburan akhir pekan Gembira. Untuk teman-teman yang akan menghabiskan akhir pekan. Bandung bisa menjadi salah satu alternatif tempat untuk di kunjungi . Selamat berakhir pekan.
Meylia Candrawati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar