Selasa, 27 November 2012

Ambarawa Mengingatkan Masa Kolonial Belanda


Ingin kembali ke masa kolonial Belanda dengan kereta api? Berkunjunglah ke Museum Kereta Api Ambarawa , disana teman-teman akan menemukan banyak sekali peninggalan masa colonial Belanda. Ambarawa dahulunya merupakan kota militer ketika masa Pemerintahan Kolonial Belanda. Saat itu juga Raja Willem I memerintahkan untuk membangun stasiun kereta api yang memungkinkan untuk mengangkut tentaranya ke Semarang. 21 Mei 1873, stasiun kereta api Ambarawa dibangun di atas tanah 127.500 m². Awalnya Stasiun ini dikenal sebagai Stasiun Willem I. Namun seiring dengan perkembangan zaman stasiun tersebut telah dialihfungsikan menjadi sebuah museum yang memiliki kelengkapan kereta api yang pernah berjaya pada zamannyaa. Salah satu kereta api uap dengan lokomotif nomor B 2502 dan B 2503 buatan Maschinenfabriek Esslingen sampai sekarang masih dapat menjalankan aktivitas sebagai kereta api wisata. Kereta api uap bergerigi ini sangat unik dan merupakan salah satu dari tiga yang masih tersisa di dunia. Dua di antaranya terdapat di negara Swiss dan India. Selain itu, masih dapat ditemukan berbagai jenis lokomotif uap dari seri B, C, D hingga jenis CC yang paling besar (CC 5029, Schweizerische Lokomotiv und Maschinenfabrik) di halaman museum ini. Museum kereta api Ambarawa ini didirikan pada tanggal 6 Oktober 1976 di Stasiun Ambarawa yang merupakan bentuk dari kepedulian PT kereta api terhadap heritage. Disamping itu Ambarawa dijadikan museum kereta api karena memang sejak zaman Belanda sudah ada kereta api dan lokomotifnya di sana. Saat memasuki museum ini, teman-teman seolah akan berada di zaman kolonial Belanda. Banyak peninggalan-peninggalan kolonial Belanda yang masih tersimpan dan terawat dengan baik, seperti mesin tik, kursi dan meja, mesin telpon, mesin hitung, dan beberapa peralatan lainnya yang disimpan di dalam etalsae yang terbuat dari kaca. Lalu, di setiap dinding-dinding juga terdapat banyak tulisan-tulisan dan foto-foto yang menjelaskan tentang kisah stasiun kereta api Ambarawa pada zamannya. Museum ini buka dari Senin sampai Minggu dari pukul 08.00 sampai pukul 16.00 WIB dengan tiket masuk Rp 5.000. Teman-teman Museum Kereta Api Ambarawa ini adalah salah satu dari warisan sejarah yang harus kita jaga dan hargai. Berkunjung belajar dengan bermain bersama kereta api yang sudah berusia mencapai ratusan tahun ini, merupakan salah satu yang dapat kita lakukan untuk mengenal sejarah dan tentunya akan membuat liburanan akhir tahun teman-teman menjadi bermanfaat. Meylia Candrawati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar